Mengapa Aplikasi Belajar Bahasa Semakin Penting di 2025
technoz.id - Di era globalisasi, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa menjadi nilai
tambah yang sangat berharga. Baik untuk dunia kerja, pendidikan, maupun
komunikasi sehari-hari, keterampilan bahasa asing kini semakin dicari. Di tahun
2025, teknologi pendidikan berkembang pesat, dan salah satu hasilnya adalah
hadirnya berbagai aplikasi belajar bahasa yang bisa diakses
siapa saja, kapan saja, melalui smartphone.
![]() |
| 10 Aplikasi Belajar Bahasa Terbaik 2025: Review Mendalam & Uji Coba |
Dulu, belajar bahasa asing membutuhkan kursus tatap muka dengan biaya besar.
Kini, siapa pun bisa belajar dengan mudah menggunakan aplikasi, baik yang
gratis maupun premium. Bahkan banyak aplikasi yang menerapkan gamifikasi,
kecerdasan buatan (AI), hingga interaksi dengan penutur asli untuk mempercepat
pembelajaran.
Artikel ini akan membahas lebih dari 10 aplikasi populer untuk belajar bahasa di tahun 2025, lengkap dengan fitur, kelebihan, kekurangan, serta siapa yang cocok menggunakannya.
1. Duolingo – Belajar Bahasa dengan Cara Menyenangkan
Duolingo adalah salah satu aplikasi paling populer di dunia dengan lebih
dari 500 juta pengguna. Aplikasi ini menggunakan sistem gamifikasi, membuat
belajar terasa seperti bermain game.
· Fitur
Utama: tersedia lebih dari 40 bahasa, latihan membaca, menulis,
mendengar, hingga berbicara.
· Kelebihan:
gratis, mudah digunakan, cocok untuk pemula.
· Kekurangan:
kurang mendalam untuk level lanjutan.
· Cocok untuk: pemula yang ingin belajar secara ringan dan menyenangkan.
2. Busuu – Latihan dengan Native Speaker
Busuu menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Selain materi
belajar, pengguna bisa mengirimkan tugas berbicara atau menulis, lalu
mendapatkan koreksi dari penutur asli.
· Fitur
Utama: 12 bahasa populer, rencana belajar personal, feedback langsung
dari komunitas.
· Kelebihan:
ada mode offline, pengalaman praktis, lebih fokus pada komunikasi nyata.
· Kekurangan:
jumlah bahasa terbatas, fitur terbaik ada di versi premium.
· Cocok untuk: pelajar yang ingin cepat percaya diri berbicara dengan orang asing.
3. Babbel – Fokus pada Percakapan Sehari-hari
Babbel lebih menekankan pada percakapan praktis yang langsung bisa digunakan
dalam kehidupan nyata.
· Fitur
Utama: 14 bahasa populer, materi singkat 10–15 menit, progres sinkron
di berbagai perangkat.
· Kelebihan:
relevan, praktis, cocok untuk traveler atau profesional sibuk.
· Kekurangan:
tidak ada versi gratis penuh, jumlah bahasa lebih sedikit dari Duolingo.
· Cocok untuk: mereka yang ingin menguasai percakapan dasar dengan cepat.
4. Mondly – Belajar Bahasa dengan Augmented Reality
Mondly hadir dengan teknologi modern seperti AR dan chatbot berbasis AI
untuk melatih percakapan.
· Fitur
Utama: 30+ bahasa, latihan interaktif, chatbot untuk percakapan
real-time.
· Kelebihan:
inovatif, visual menarik, cocok untuk generasi muda.
· Kekurangan:
beberapa fitur hanya bisa diakses di versi berbayar.
· Cocok untuk: pelajar visual dan mereka yang suka teknologi baru.
5. Memrise – Belajar dengan Video Penutur Asli
Memrise menggunakan pendekatan natural: pengguna belajar melalui video
singkat yang diperankan oleh penutur asli.
· Fitur
Utama: 20+ bahasa, konten berbasis video, mode review kata.
· Kelebihan:
pembelajaran terasa otentik, tidak kaku.
· Kekurangan:
terbatas untuk latihan grammar mendalam.
· Cocok untuk: orang yang suka belajar lewat visual dan percakapan nyata.
6. HelloTalk – Belajar dengan Chat dan Voice Message
HelloTalk bukan sekadar aplikasi belajar, melainkan platform pertukaran
bahasa. Pengguna bisa langsung chatting atau voice call dengan penutur asli
dari seluruh dunia.
· Fitur
Utama: chat, voice, dan video call.
· Kelebihan:
langsung praktik, komunitas besar, gratis.
· Kekurangan:
pengalaman belajar tergantung lawan bicara.
· Cocok untuk: mereka yang percaya diri dan ingin praktik langsung dengan orang asing.
7. LingoDeer – Spesialis Bahasa Asia
LingoDeer populer bagi mereka yang ingin belajar bahasa Asia seperti Korea,
Jepang, dan Mandarin.
· Fitur
Utama: fokus pada struktur grammar, audio berkualitas tinggi, mode
offline.
· Kelebihan:
sangat bagus untuk bahasa Asia, materi jelas.
· Kekurangan:
jumlah bahasa terbatas.
· Cocok untuk: pelajar K-Pop, anime, atau mahasiswa yang ingin serius mendalami bahasa Asia.
8. Rosetta Stone – Metode Imersi Total
Rosetta Stone adalah aplikasi legendaris yang menggunakan metode imersi,
artinya belajar tanpa terjemahan, langsung melalui gambar, audio, dan konteks.
· Fitur
Utama: 20+ bahasa, metode imersi, sinkronisasi lintas perangkat.
· Kelebihan:
terbukti efektif, sudah digunakan puluhan tahun.
· Kekurangan:
biaya premium cukup mahal.
· Cocok untuk: pembelajar serius yang ingin hasil jangka panjang.
9. Drops – Belajar Kosakata dengan Visual Menarik
Drops mengajarkan kosakata dengan cara visual interaktif yang penuh warna.
· Fitur
Utama: 40+ bahasa, sesi 5 menit, fokus pada kosakata.
· Kelebihan:
menyenangkan, singkat, cocok untuk orang sibuk.
· Kekurangan:
tidak mendalam untuk grammar atau percakapan.
· Cocok untuk: pemula yang ingin memperbanyak kosakata dengan cepat.
10. LingQ – Belajar dengan Konten Asli
LingQ memungkinkan pengguna belajar bahasa dengan membaca artikel,
mendengarkan podcast, atau menonton video dalam bahasa target.
· Fitur
Utama: berbagai konten asli, bisa impor teks sendiri, mode tracking
progres.
· Kelebihan:
fleksibel, cocok untuk intermediate dan advanced.
· Kekurangan:
bisa membingungkan bagi pemula.
· Cocok untuk: pelajar menengah yang ingin memperkaya kosakata nyata.
11. Beelinguapp – Belajar dengan Cerita
Beelinguapp mengajarkan bahasa melalui cerita, dengan teks ditampilkan dalam
dua bahasa secara berdampingan.
· Fitur
Utama: koleksi cerita, audiobook, parallel text.
· Kelebihan:
menyenangkan, cocok untuk yang suka membaca.
· Kekurangan:
variasi cerita terbatas.
· Cocok untuk: pembaca yang ingin meningkatkan pemahaman bacaan.
📊 Tabel Perbandingan Aplikasi
|
Aplikasi |
Bahasa Tersedia |
Mode Gratis |
Fitur Unggulan |
Cocok untuk |
|
Duolingo |
40+ |
Ya |
Gamifikasi |
Pemula |
|
Busuu |
12 |
Ya |
Feedback native speaker |
Pembelajar serius |
|
Babbel |
14 |
Trial |
Percakapan praktis |
Traveler/profesional |
|
Mondly |
30+ |
Ya |
AR & chatbot AI |
Tech enthusiast |
|
Memrise |
20+ |
Ya |
Video penutur asli |
Visual learner |
|
HelloTalk |
Banyak |
Ya |
Chat & voice call |
Praktik langsung |
|
LingoDeer |
10+ |
Ya |
Fokus grammar Asia |
Penggemar Asia |
|
Rosetta Stone |
20+ |
Tidak |
Imersi penuh |
Pembelajar serius |
|
Drops |
40+ |
Ya |
Belajar kosakata visual |
Orang sibuk |
|
LingQ |
Banyak |
Ya |
Podcast & artikel asli |
Intermediate/Advanced |
|
Beelinguapp |
10+ |
Ya |
Parallel story text |
Pembaca |
Tren 2025: AI dalam Aplikasi Belajar Bahasa
Banyak aplikasi mulai mengintegrasikan AI untuk meningkatkan pengalaman
belajar. Misalnya, chatbot AI untuk latihan percakapan, analisis suara untuk
melatih pengucapan, hingga rekomendasi personal berdasarkan progres belajar.
Jika kamu tertarik dengan perkembangan AI di dunia aplikasi, Technoz juga punya ulasan lengkap mengenai aplikasi belajar bahasa berbasis kecerdasan buatan yang sedang naik daun di 2025.
Tips Memilih Aplikasi yang Tepat
· Tentukan
tujuan: apakah untuk traveling, bisnis, atau sekadar hobi.
· Periksa
apakah bahasa yang ingin dipelajari tersedia.
· Coba
versi gratis terlebih dahulu sebelum berlangganan.
· Perhatikan
gaya belajar: visual, audio, atau praktik langsung.
Dengan begitu, kamu bisa menemukan aplikasi yang paling sesuai kebutuhan.
