Mengapa Update Perangkat Digital Itu Penting?
technoz.id - Update perangkat digital, baik sistem operasi maupun aplikasi, sering kali
dianggap hal kecil. Banyak pengguna memilih menunda dengan alasan “nanti saja”
karena merasa perangkat masih berjalan normal. Padahal, update bukan sekadar
soal fitur baru, melainkan benteng utama untuk menjaga keamanan data. Ketika
patch keamanan dirilis, itu artinya ada celah berbahaya yang sudah diketahui
publik, dan penjahat siber biasanya bergerak lebih cepat daripada pengguna
biasa.
![]() |
| Ancaman Siber Jika Menunda Update Perangkat Digital: Risiko Nyata yang Harus Diwaspadai |
Jika update ditunda, perangkat menjadi target empuk serangan malware, ransomware, hingga pencurian data pribadi. Dengan kata lain, ancaman siber jika menunda update perangkat digital bukanlah isu kecil, tapi masalah serius yang bisa merugikan finansial, reputasi, bahkan privasi.
Risiko Menunda Update Berdasarkan Waktu
Setiap penundaan memiliki tingkat risiko berbeda. Berikut gambaran umum yang
bisa memberi perspektif:
· Menunda
1 Minggu
Peretas biasanya langsung menganalisis patch baru untuk menemukan celah. Dalam
7 hari pertama, perangkat yang belum update sudah bisa jadi target serangan
otomatis.
· Menunda
1 Bulan
Setelah 30 hari, banyak exploit kit beredar di forum bawah tanah. Aplikasi
perbankan atau marketplace juga berisiko tidak berjalan lancar karena masalah
kompatibilitas.
· Menunda
Lebih dari 3 Bulan
Ini fase paling rawan. Banyak vendor aplikasi modern menghentikan dukungan
untuk OS lama. Risiko ransomware dan malware massal meningkat drastis, seperti
yang pernah terjadi pada serangan WannaCry.
Risiko Berdasarkan Jenis Sistem Operasi
Masing-masing sistem operasi memiliki pola ancaman unik:
· Windows
Menunda Patch Tuesday bulanan membuka peluang ransomware massal.
· macOS
Umumnya stabil, tetapi update juga mencakup perbaikan kompatibilitas aplikasi
kreatif. Menunda update bisa menyebabkan crash pada aplikasi penting.
· Android
Fragmentasi tinggi membuat update lambat. Menunda update meningkatkan risiko
terkena aplikasi palsu atau spyware.
· iOS
Celah zero-day sering ditutup Apple lewat update cepat. Jika ditunda, data
pengguna bisa disadap oleh aplikasi berbahaya.
Studi Kasus Nyata: Ransomware Karena Update Terlambat
Pada 2017, serangan WannaCry melumpuhkan jutaan komputer di lebih dari 150
negara. Salah satu alasan utama penyebarannya begitu cepat adalah banyaknya
perangkat Windows yang belum memasang patch keamanan yang sudah tersedia dua
bulan sebelumnya. Banyak institusi kesehatan, pemerintahan, dan perusahaan
harus membayar tebusan hanya untuk mengakses kembali datanya.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di Asia Tenggara. Beberapa perusahaan retail terkena serangan ransomware karena menunda update server lebih dari 6 bulan. Ini bukti nyata bahwa ancaman siber jika menunda update perangkat digital tidak hanya merugikan individu, tetapi juga bisnis skala besar.
Dampak Menunda Update pada Pengguna Individu
1. Pencurian
Data Pribadi – Informasi sensitif seperti akun bank dan email bisa
bocor.
2. Perangkat
Lemot & Crash – Sistem lama sering kali tidak kompatibel dengan
aplikasi terbaru.
3. Kehilangan
Akses ke Aplikasi Penting – Aplikasi keuangan, transportasi, atau
kesehatan bisa berhenti mendukung perangkat usang.
4. Kerugian Finansial – Perangkat yang terinfeksi ransomware bisa meminta tebusan dalam jumlah besar.
Dampak Menunda Update pada Perusahaan
1. Downtime
Operasional – Server yang diserang bisa membuat bisnis lumpuh.
2. Reputasi
Rusak – Kebocoran data pelanggan bisa merusak kepercayaan.
3. Kerugian
Finansial Besar – Selain tebusan, biaya pemulihan sistem sangat mahal.
4. Masalah Hukum – Beberapa regulasi seperti GDPR atau UU PDP di Indonesia bisa menuntut perusahaan yang lalai menjaga keamanan data.
Mengapa Orang Masih Menunda Update?
Meski risikonya besar, banyak orang masih menunda update dengan alasan:
· Takut
perangkat menjadi lambat setelah update.
· Khawatir
aplikasi favorit tidak kompatibel.
· Tidak
ingin terganggu saat bekerja atau bermain game.
· Kurang
paham pentingnya update untuk keamanan.
Padahal, mayoritas masalah ini bisa diantisipasi dengan strategi update yang tepat.
Tips Aman Melakukan Update
1. Aktifkan
Update Otomatis – Biarkan perangkat memperbarui sendiri agar tidak
ketinggalan patch keamanan.
2. Pilih
Waktu Tepat – Jadwalkan update saat malam atau waktu perangkat tidak
digunakan.
3. Backup
Data Terlebih Dahulu – Simpan file penting sebelum update untuk
mencegah kehilangan data.
4. Gunakan
Internet Stabil – Update yang gagal sering terjadi karena koneksi buruk.
5. Cek Kompatibilitas Aplikasi – Pastikan aplikasi penting sudah mendukung versi OS terbaru.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah benar update bisa membuat perangkat jadi lambat?
Kadang iya, terutama jika perangkat sudah sangat tua. Namun, manfaat keamanan
jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
2. Apakah update harus selalu dilakukan segera?
Untuk update keamanan, jawabannya iya. Untuk update fitur, bisa menunggu, tapi
jangan terlalu lama.
3. Bagaimana jika update gagal di tengah jalan?
Pastikan koneksi internet stabil dan perangkat punya cukup ruang penyimpanan.
Jika masih gagal, coba lakukan update manual atau hubungi pusat layanan.
4. Apakah update otomatis aman?
Ya, bahkan disarankan. Vendor merancang sistem agar update otomatis berjalan
dengan risiko minimal.
5. Apa ancaman terbesar jika update ditunda?
Ancaman terbesar adalah pencurian data pribadi, serangan ransomware, dan
hilangnya akses ke layanan penting.
Penutup
Melalui contoh kasus dan uraian di atas, jelas bahwa menunda update bukanlah hal sepele. Ancaman siber jika menunda update perangkat digital bisa berdampak langsung pada keamanan data, stabilitas perangkat, hingga kelangsungan bisnis. Dengan memahami risikonya, setiap pengguna bisa lebih sadar pentingnya update OS dan aplikasi secara tepat waktu.
